Gerakan Hizbul Wathan (HW) SMK Muhammadiyah 04 Boyolali mengadakan kegiatan Kemah Penerimaan Tamu Qobilah (KPTQ) 01/02, yang merupakan kegiatan perdana di semester ini. KPTQ merupakan kegiatan untuk menyambut siswa baru yang berjumlah 315 peserta dari kelas X (sepuluh).

Kemah, merujuk pada kedekatan kita dengan alam. Kemah kali ini bertempat di Lapangan Desa Siwal, Kaliwungu, Semarang. Pemilihan tempat ini dilatarbelakangi oleh letaknya yang strategis dan berdekatan dengan fasilitas desa. Kestrategisan tempat ini memudahkan peserta dalam melaksanakan kegiatan. Selain itu juga sangat mendukung kegiatan sekolah, yakni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pelaksanaan Qobilah dan P5 berkolaborasi di tempat ini.

Kemah Qobilah dan P5 dilaksanakan selama 3 hari, yakni 25 – 27 Januari 2023. Hari pertama, para peserta mendirikan tenda sesuai dengan paving masing-masing regu. Sore harinya diadakan upacara pembukaan Qobilah. Meskipun hujan, para peserta mengenakan jas hujan untuk melindungi badan. Upacara pembukaan Qobilah diakhiri dengan pelepasan balon ke udara oleh kepala sekolah, Bapak Suprap, S.Pd. dan Bapak Kwarda. Sementara, malam pertama Qobilah diisi dengan kegiatan jurit malam di jalanan sekitar lapangan.

Hari kedua, diawali dengan salat Tahajud dan Subuh berjemaah. Setelahnya, para peserta memasak untuk menu sarapan. Ketika perut sudah kenyang, baru diadakan senam aerobik yang dipandu oleh instruktur dari luar. Seluruh peserta, panitia, dan pembina begitu semangat dalam mengikuti senam bermusik asyik ini.

Hari kedua ini lebih fokus pada aplikasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terdiri atas beberapa kegiatan. Service Motor Gratis, diadakan oleh jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) yang bekerja sama dengan Surya Motor sebagai bengkel resmi Yamaha milik SMK Muhammadiyah 04 Boyolali. Masyarakat Desa Siwal terlihat begitu antusias, mereka saling datang bergantian untuk antre service sepeda motor. Tak hanya service motor, mereka juga turut ganti oli, dan ganti sparepart.

Santunan Anak Yatim dan Kaum Duafa, dilakukan untuk berbagi terhadap sesama. Dengan memberikan bingkisan kepada anak yatim dan kaum duafa di sekitar Desa Siwal ini diharapkan mampu membantu kebutuhan mereka. Sangat bahagia melihat mereka tersenyum ketika menerimanya.

Pasar Murah, dilakukan dengan pemberian kupon terlebih dahulu pada pagi harinya kepada masyarakat. Baru siangnya digelar pasar murah dengan tiga bahan pokok, yakni telur, gula pasir, dan minyak goreng. Untuk telur dijual dengan harga 20 ribu perkilonya, gula 10 ribu perkilo, dan minyak goreng satu liter 12 ribu. Dengan harga yang sangat miring ini membuat begitu banyak ibu-ibu yang datang berduyun-duyun untuk menukarkan kupon. Mereka terlihat sangat sumringah dengan adanya pasar murah. Seratus paket yang terbungkus ludes terjual. Alhamdulillah…

Pentas Seni Reog, ditampilkan oleh siswa dan siswi SMK Muhammadiyah 04 Boyolali. Penampilan pertama disuguhkan tarian “Topeng Ireng” yang didominasi oleh siswi. Tariannya begitu anggun yang membuat betah para penontonnya. Penampilan kedua, ada tarian “Gedruk” yang dimainkan dengan begitu semangat. Penampilan terakhir disuguhkan tarian “Jaranan” yang para pemainnya menggunakan jaran/kuda dan pecut/cambuk. Diiringi musik yang begitu khas membuat tarian begitu selaras. Banyak masyarakat yang datang ke lapangan untuk menonton pertunjukan reog ini, mulai dari kalangan orang tua, pemuda, maupun anak-anak. Pertunjukan reog ini menjadi hiburan untuk mereka.

Bakti Sosial, dilakukan dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Desa Siwal yang dianggap membutuhkan. Merupakan aplikasi sikap peduli terhadap sesama. Berbagi rezeki dengan saudara kita akan mempererat tali silaturahmi.

Malam tiba, api unggun menyala. Membentuk lingkaran, para peserta mengelilingi api unggun yang membara. Suasana begitu syahdu ketika nyanyian Hizbul Wathan digaungkan, ditambah selimutan kabut yang tipis-tipis membuat semakin erat kemesraan malam itu.

Hari ketiga, salat Tahajud dan Subuh sudah dilaksanakan berjemaah. Tibalah waktu untuk berkemas-kemas. Pagi itu, sekitar pukul 06.00 WIB diadakan upacara penutupan Kemah Qobilah. Penyematan kalung secara simbolis dilakukan oleh Bapak Heri Kristianto, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah bidang Kesiswaan. Diiringi tepuk tangan oleh seluruh peserta yang menandakan bahwa mereka sudah lulus sebagai anggota Qobilah. Selesai upacara penutupan, peserta bergegas membongkar tenda dan membersihkan area lapangan. Setelah dipastikan bersih, mereka baru kembali ke sekolah dan pulang ke rumah.

Dengan dilaksanakan kegiatan Kemah Qobilah dan P5 ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa SMK Muhammadiyah 04 Boyolali menjadi pribadi yang unggul. Seperti halnya enam ciri utama dari Pelajar Pancasila, yakni: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif.

Open chat
HALLO,
SAYA ADMIN SMK MUH 04 BOYOLALI
BISA KAMI BANTU??