SMK Muhammadiyah 04 Boyolali terpilih sebagai sekolah pelaksana aksi karakter terintegrasi dan sistematis untuk berdayakan anak Indonesia hebat di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V. Pelaksanaan aksi karakter ini diwujudkan dalam sebuah aplikasi atau sistem yang bernama “Praktis Berdaya”. Program Praktis Berdaya launching/dikenalkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, Bapak Agung Wijayanto pada 31 Oktober 2025 di SMK Negeri 3 Klaten. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah terpilih sebagai perintis aksi karakter dan berbagai elemen masyarakat, serta media.

Program Praktis Berdaya merupakan wujud deklarasi komitmen catur pusat pendidikan, yakni sekolah–orang tua–masyarakat–media. Program ini didasari oleh tantangan pendidikan yang berupa menurunnya karakter siswa, ketimpangan mutu, dan tata kelola yang belum maksimal. Oleh karena itu, program ini fokus membangun budaya sekolah positif dan karakter kuat. Hal ini selaras dengan visi “Ngopeni-Ngelakoni Jateng” yang bermakna integritas, responsif, dan kolaboratif. Melalui dashboard Praktis Berdaya diharapkan mampu mempublikasikan praktik baik, tata kelola data, efisiensi, dan pembaharuan.

Pelaksanaan program Praktis Berdaya di SMK Muhammadiyah 04 Boyolali berjalan dengan baik. Program ini diawali dengan sosialisasi dan peluncuran aplikasi Praktis Berdaya, dilanjutkan dengan pembinaaan kepada tujuh sekolah terpilih oleh pengawas SMK, Bapak Marwanto.

Pada Jumat, 14 November 2025, dilaksanakan sosialisasi Program Praktis Berdaya kepada siswa kelas X SMK Muhammadiyah 04 Boyolali. Program Praktis Berdaya adalah sebuah aplikasi atau sistem yang berupa dasboard digital sebagai pengembangan dari Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Pada penerapannya, program ini mengintegrasikan karakter ke rutinitas sekolah, yakni dengan pengisian jurnal harian siswa. Siswa mengisi jurnal harian dan wali kelas memverifikasinya. Rekapan jurnal siswa bisa diunduh (generate link) dan dikirimkan kepada orang tua melalui pesan WhatsApp. Setiap akhir pekan, hasil verifikasi wali kelas akan divalidasi oleh kepala sekolah.


Praktis Berdaya diharapkan dapat menguatkan karakter siswa melalui dashboard terintegrasi. Dengan kolaborasi yang baik antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat (input), maka akan dihasilkan data capaian, praktik baik, laporan monev yang real time (output). Sebab, sejatinya karakter tidak hanya diajarkan tetapi diterapkan.